Sabtu, 04 Juni 2011

Terbentuknya Ruang Dari Bidang Vertikal & Horizontal

Bidang Vertikal

       Dimensi pertama adalah suatu garis yang terbentuk dari satu titik yang bergerak, gerakan tersebut yang membuat garis. Unsur dua dimensi akan didapat jika dari garis tersebut berkembang menjadi sebuah bidang. Bidang akan berubah menjadi ruang yang melahirkan suatu badan atau tiga dimensi, yang merupakan ringkasan energi kinetik. Yang menggambarkan titik menjadi garis, garis menjadi bidang dan bidang menjadi ruang.

Unsur-Unsur Linier Vertikal

Sisi-sisi tegak lurus dari suatu volume ruang dibentuk oleh unsur-unsur linier di bangun ruang tersebut. Diantara kedua kolom tersebut terdapat sebuah membran transparan yang dibentuk oleh tarikan visual. Sudut-sudut suatu volume ruang dapat terbentuk bila terdapat tiga kolom atau lebih yang diatur sedemikian rupa.


Bidang Vertikal Tunggal

Sebuah bidang vertikal akan mempertegas ruang di hadapannya.
Daerah ruang di mana hanya terdapat satu bidang vertikal kurang jelas batas-batasnya. Bidang tersebut dapat membentuk hanya satu buah sisi dari daerah tersebut. Untuk membentuk suatu volume ruang 3-dimensi, bidang tersebut harus berinteraksi dengan unsur-unsur bentuk yang lainnya.


Bidang Berbentuk L

Konfigurasi L dari bidang-bidang vertikal membentuk suatu daerah ruang sepanjang diagonalnya, dan sudut ke arah luar. Daerah introvert pada sudut-sudut interior menjadi ekstrovert sepanjang sisi terluarnya.


   

Bidang-bidang Sejajar

 
Sepasang bidang vertikal sejajar membentuk daerah ruang di antaranya. Tepi terbuka pada ruangan terbentuk oleh sisi vertikal bidang, memberikan arah yang kuat pada ruangan.


Bidang Berbentuk U

  
Sebuah konfigurasi bentuk U dari bidang-bidang vertikal membentuk daerah ruang yang memiliki fokus ke arah dalam serta orlentasi ke arah luar.


Empat Bidang Tertutup

    Empat buah dinding vertikal yang mencakup suatu daerah ruang merupakan hal yang paling umum, dan merupakan pembentuk ruang yang terkuat di dalam arsitektur.

Bidang Horizontal

Bidang Dasar Dinaikkan

    Bidang datar horizontal yang diangkat atau dinaikkan dari permukaan tanah akan menimbulkan permukaan-permukaan vertikal sepanjang sisi-sisinya yang memperkuat pemisahan visual daerah tersebut dari dasar di sekitarnya.


Bidang Dasar Diturunkan

 
Bidang datar horizontal yang diturunkan ke bawah permukaan tanah, menggunakan permukaan-permukaan vertikal pada daerah yang direndahkan untuk membentuk suatu volume ruang.


Bidang Atas (overhead)

   Sebuah bidang datar horizontal yang diletakkan tinggi di atas membentuk volume ruang di antara bidang tersebut dan permukaan tanah di bawahnya.



sumber : google.com

Selasa, 24 Mei 2011

mendesain roof garden

MENIKMATI keindahan taman tak harus di bagian depan, samping, maupun di belakang hunian. Lantai atas hunian pun bisa disulap jadi taman asri.

Taman di lantai atas lazim disebut roof garden, biasanya dibuat untuk menyiasati keterbatasan ruang di bagian dasar hunian. Terlebih pembangunan di kota metropolitan berorientasi kepada pembangunan vertikal. Mendesain taman di lantai atas sebuah hunian prinsipnya hampir sama dengan konsep menanam tanaman di dalam pot. Namun, skala medianya agak lebih besar karena berkaitan dengan bangunan yang ada. ”Meskipun konsepnya sama, pengaplikasiannya tidak sesimpel menanam pohon dalam pot,” ingat arsitek lanskap Imannuel Purba.

Adapun yang perlu diperhatikan adalah sistem aliran air di lantai atas tersebut.Apakah sudah ada atau belum. Kalau belum ada, terlebih dulu harus dipersiapkan. Lantas, airnya akan mengalir ke mana.Jangan sampai terjadi genangan air yang pada akhirnya dapat membuat rembesan atau bocor ke lantai bangunan. Iman menyarankan, dasar lantai yang akan dijadikan taman terlebih dulu dilapisi dengan lapisan waterproof. Selanjutnya baru di atas lapisan tadi diisi tanah yang akan menjadi media untuk menanam berbagai tanaman. Tujuan pelapisan waterproof tadi supaya air dari tanah tadi tidak tembus masuk ke lapisan beton atau dak lantai atas.
Karena itu lantai tersebut terhindar dari rembesan dan kebocoran. Adapun ketinggian tanah yang diperlukan di lokasi tadi sangat bergantung dengan jenis tanaman yang akan ditanam itu sendiri. Bila tanamannya cukup besar,maka membutuhkan tanah yang lebih tinggi. Bila tanamannya ukuran kecil, maka ketinggian tanah bisa diminimalkan. Khusus untuk taman atap yang difungsikan untuk taman estetika, Baginda Simatupang punya alternatif pengganti media tanam selain tanah.Roof garden seyogianya tidak lagi menggunakan media tanah.

Karena itu tanah punya beban masa yang besar dan berat. Lebih baik memilih media yang lebih ringan.
Tujuannya supaya dak lantai atas tidak menahan beban terlalu besar. ”Di samping berat masanya juga berkaitan dengan aspek perawatan taman. Kalau menggunakan media tanah, ketika harus disiram,maka saluran endapannya akan menjadi berwarna cokelat dan dapat membuat kotor lantai atas,”katanya. Anggota Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) menjelaskan, media tanam tanah bisa digantikan dengan humus,kompos, batu-batuan apung, sabut kelapa atau ijuk yang diberikan lapisan sedikit lapisan pasir di atasnya.Karena dibuat di lantai atas yang bebas dari naungan apa pun dan mendapatkan sinar matahari lebih, penguapan lebih cepat terjadi.

Dengan kondisi seperti tadi bila menggunakan media tanam berupa tanah, maka dapat menyerap dan meneruskan panas. Jadi bila bagian di atasnya panas, maka menjadi ikut panas. Berbeda halnya dengan media alternatif seperti ijuk atau kompos tadi. Media ini berfungsi menyimpang dari kebiasaan tanah. Sebagian dari media alternatif itu dapat menahan panas sehingga tidak terjadi penguapan.

sumber : http://buletinbisnis.wordpress.com/2007/09/06/mendesain-roof-garden/

Senin, 18 April 2011

Tanaman Gantung Hijaukan Teras Anda

Teras Anda terasa gersang? Gunakan tanaman pot gantung untuk menghijaukannya.
Teras adalah area transisi antara ruang luar dan ruang dalam. Sebagai ruang peralihan teras masih memiliki karakter yang senafas dengan karakter ruang dalam, tetapi sebagian dari bidangnya berhubungan dengan ruang luar.
Teras bisa diletakkan di bagian depan, samping atau belakang rumah. Tentu saja karena letaknya yang berlainan, fungsinya pun menjadi berbeda pula. Teras depan lebih ditekankan pada segi estetis dan ditujukan sebagai welcome area bagi para tamu. Sedangkan teras belakang atau teras samping lebih bersifat pribadi/privat dan fungsional karena seringkali dipakai untuk menampung kegiatan keluarga atau sebagai area untuk menyalurkan hobi.
Teras yang ditata dengan indah, bisa membantu mempercantik penampakan rumah (fasade) secara keseluruhan. Selain itu tatanan teras yang pas akan memberi kenyamanan tidak saja pada sisi luar ruang tetapi juga dari arah ruang dalam. Untuk memperoleh nuansa yang asri dan nyaman, sebuah teras tentunya juga perlu dilengkapi dengan tanaman.
Tidak menjadi masalah bila di sekitar teras masih tersisa lahan untuk dijadikan taman. Tetapi bagaimana jika lahan yang tersisa begitu mepet sehingga tanaman yang bisa ditanam pun menjadi sedikit? Akali saja dengan memajang tanaman hias yang digantung di sekitar teras. Selain asri, teknik ini juga menghemat dalam hal tanah dan perawatan. Anda tak perlu dipusingkan dengan jadwal pemangkasan rumput misalnya.

Letak dan Aktivitas

Sebelum memilih dan memajang tanaman pot gantung pada teras, sebaiknya Anda memperhitungkan beberapa hal. Pertama, aktivitas yang sering dilakukan pada teras tersebut. Hal ini berkaitan dengan jumlah dan letak tanaman pot gantung yang akan Anda pajang. Jika jumlah aktivitas di teras cukup banyak dan memiliki pola pergerakan aktif, maka sebaiknya jumlah tanaman yang dipajang tidak terlalu banyak, sehingga tidak mengganggu pergerakan pemakai. Karena meskipun cantik dipandang, bila tanaman gantung sering menyentuh kepala Anda juga akan mengganggu. Demikian pula bila letak tanaman gantung mengganggu Anda dalam membuka-tutup jendela atau mengotori tirai yang ada di dekatnya.
Pertimbangan kedua adalah kondisi fisik teras terutama faktor ketersediaan cahaya matahari. Ini berkaitan dengan arah teras, dan faktor ini menentukan pemilihan jenis tanaman. Teras yang memperoleh cahaya matahari dalam jumlah yang tak terlalu banyak, sebaiknya memilih tanaman yang menyukai keteduhan, umumnya jenis yang berdaun hijau, misalnya dari keluarga Philodendron. Sebaliknya jika posisi teras membuatnya mendapatkan sinar matahari yang melimpah, bisa dipilih jenis tanaman berbunga agar teras tampil lebih semarak. Untuk teras yang berlimpah sinar matahari ini, tanaman gantung yang dipajang sekaligus pula bisa berfungsi sebagai peneduh yang menahan sebagian sinar matahari masuk ke dalam rumah.

Langit-langit atau Balok Ekspos

Langit-langit atau dinding teras bisa dimanfaatkan untuk menggantung tanaman hias pot. Selain menambah daya tarik, tanaman gantung bisa memberikan sentuhan yang asri, bahkan menjadi bingkai alam yang mempesona di teras rumah Anda.
Kini banyak juga rumah yang membiarkan balok-balok penyangga langit-langitnya terekspos. Tempat inilah yang paling ideal untuk memasang sekrup untuk menggantung tanaman hias pot. Kesan yang diperoleh biasanya adalah nuansa asri dan alami.
Bila rumah Anda kebetulan tidak mengekspos balok-balok tadi, jangan risau. Anda bisa meletakkan sekrup tempat pot tergantung pada balok atau sambungan beton yang tertutup rapi oleh langit-langit yang terbuat dari bahan asbes atau bahan spesifik lainnya. Paku atau sekrup untuk tempat pot bergantung ini bisa Anda beli di toko bangunan.


sumber :

Rangka Atap Baja Ringan

Pemakaian Rangka Atap Baja Ringan untuk atap rumah sebagai pengganti kayu saat ini semakin popular. Tetapi anda perlu diperhatikan mengenai hal teknis mendasar sebelum anda memutuskan untuk membelinya, terutama untuk menghindari kesalahan kesalahan yang nantinya dapat merugikan anda sebagai konsumen rangka baja atap ringan.
Rangka Atap Baja Ringan
Secara tinjaun mekanika teknik, rangka atap baja ringan adalah suatu struktur yang tidak bisa dirancang dan dibangun asal asalan tanpa hitungan dan desain teknis tertentu. Kegagalan struktur kemungkinan akan terjadi bila desain dan perhitungan teknis diabaikan.
Sebagai konsumen tentunya anda tidak perlu tahu bagaimana mendesain Rangka Atap Baja Ringan. Anda hanya perlu mengetahui beberapa pengetahuan dasar sebelum memutuskan membeli rangka baja atap ringan dan memilih produk yang tersedia dipasar.
  • Sistem rangka atap baja ringan.
Konsep rangka merupakan satu unit kesatuan sistem terintegrasi secara struktural. Sehingga dibutuhkan hitungan atau desain yang secara mekanika teknis mampu mampu mengakomodir kebutuhan sistem tersebut. Rangka baja atap ringan ini terbuat dari bahan dasar baja yang dilapisi oleh seng atau aluminium. Property mekanika teknis idealnya tidak kurang dari 550 Mpa.
  • Bahan pelapis yang digunakan untuk Rangka Baja Atap Ringan, yakni Zinc (seng) dan aluminium.
Pelapis aluminium mempunyai sifat tahan karat yang lebih bagus dibanding pelapis seng, dimana pelapisan dengan seng oleh masyarakat umum sering disebut galvanis. Bahan pelapis baja galvanis harus jauh lebih tebal untuk menyamai ketahanan karat yang sama terhadap bahan pelapis Aluminium. Mutu pelapis aluminium mempunyai ketahanan karat 4x lebih lama bila dibandingkan dengan pelapis seng untuk ketebalan yang sama.
  • Tidak semua rangka baja atap ringan dipasaran telah mempunyai sistem atau spesifikasi dan uji lab.
Rangka Atap Baja Ringan yang anda pilih usahakan yang telah memiliki spesifikasi perhitungan atau desain teknis tertentu untuk mendesain struktur kuda-kuda baja ringan. Tips yang bisa anda ikuti sebagai berikut
  1. Pilih produsen rangka baja yang sudah mempunyai nama dipasaran, memberikan garansi, bertanggung jawab akan purna jual dan kualitas.
  2. Jangan terkecoh oleh garansi yang ditawarkan. Banyak kejadian ternyata kartu garansi hanya sekedar selembar kertas tak berguna dan tidak ada tindak lanjut, browsing di internet mengenai keluhan terhadap produk baja ringan tertentu.
  3. jangan terkecoh dengan selisih harga. Pihak penjual yang tidak mempunyai dokumen sertifikasi dan spesifikasi yang jelas tentunya akan menjual truss baja ringan jauh lebih murah.
  4. Tanyakan dokumen sertifikasi apa saja yang telah dimiliki.
  5. Tanyakan mengenai gambar kerja truss baja ringan. Gambar kerja harus mempunyai spesifikasi yang jelas (dimensi, baut, dsb). Spefikasi baut didalam gambar harus dicantumkan dengan jelas.
  6. Kualifikasi tukang pemasang.
  7. Minta dokumen perhitungan teknis dan uji lab bila ada terhadap struktur kuda kuda rangka baja ringan.
  • Properti atau sifat mekanika teknis Rangka Atap baja ringan
Rangka baja ringan sangat tipis kurang dari 1mm bila dibandingkan dengan baja biasa, tujuannya untuk memudahkan dalam perakitan dan konstruksi, tetapi properti kekuatan tariknya cukup tinggi 550 Mpa.
Struktur Rangka atap baja ringan terdiri dari kuda-kuda, reng, sekrup dan jurai dalam untuk mencegah tampias. Dimana kuda kuda merupakan struktur utama dalam konstruksi atap baja ringan. Untuk mendapatkan kuda-kuda yang kokoh, cermati lebar bentangan dan besar beban yang akan diterima,demikian pula dengan derajat kemiringan atap. Dimana besar beban terdiri dari beban rangka sendiri, beban genting yang digunakan, dan beban angin.
Ketebalan material baja ringan untuk kuda-kuda dan web berkisar 0,7-1 mm. Sementara untuk reng sekitar 0,4-0,7 mm.

Kelebihan dan kekurangan Rangka Atap Baja Ringan

A. Kelebihan Rangka Baja Atap Ringan
  • Beban yang ditanggung oleh struktur dibawahnya lebih rendah, karena rangka baja ini secara keseluruhan lebih rendah dari rangka kayu.
  • Bila terjadi kebakaran maka rangka baja bersifat tidak membesarkan api dibandingkan dengan kayu.
  • Rayap atau hewan pemakan kayu lainnya buka lagi merupakan ancaman bagi rangka baja.
  • Baja relatif tidak mengalami penyusutan atau perubahan bentuk lainnya dibandingkan dengan kayu.
  • Ramah lingkungan. Pemakaian baja sebagai pengganti kayu maka akan mengurangi penggundulan hutan atau penebangan pohon.
B. Kekurangan Rangka Baja Atap Ringan
  • Kurang menarik bila diekspos seperti kerangka kayu, maka perlu plafon untuk menutupi kekurangan ini.
  • Kesalahan rangka pada salah satu struktur akan berakibat pada rangka lain secara keseluruhan.
  • Rangka kayu lebih fleksibel dibandingkan Rangka atap baja ringan, dimana rangka baja ini tidak dapat seenaknya di potong semau kita untuk membentuk profil tertentu. Dan untuk jenis rangka tertentu, maka rangka kayu lebih mudah dibentuk.
Setelah mengetahui sepintas informasi diatas, maka pilihan adalah ditangan anda apakah mau menggunakan Rangka Atap Baja Ringan ataukah menggunakan rangka kayu di rumah anda.

Sabtu, 19 Maret 2011

Belajar Menulis

hemm well, ternyata belajar nulis itu gak segampang keliatannya...

musti sabar banget.. apalagi pas nyari idee..

wihh kalo lagi mampet susah banget bikin satu paragraf 

kalo lagi lancar mah bisa jadi dua atau tiga paragraf

blum lagi kata - katanya harus yang baik dan benar alias EYD

Jadi inget pelajaran bahasa Indonesia dah.. hehehhe

udah pernah nyoba bikin dari cerpen ampe artikel (kecuali novel.. hehehe kagak ada waktu)

sampe gw coba kirim - kirim ke redaksi gitu tapi masih aja ditolak ;(

hmm.. semangat terus deh buat nulis - nulis

namanya juga belajar hahahha

semoga lain waktu gw bisa transletin ni tulisan ke bahasa bule alias English!!

amiinn ;)

Ciptakan Ruang Sehat dengan Banyak Bukaan

SAAT di rumah terasa sesak, seperti terkena asma? Atau panas. Padahal cuaca di luar tidak panas. Mungkin sirkulasi udara di rumah Anda tidak baik. Coba ingat-ingat sangat membangun, apa Anda memperhatikan pola sirkulasi udara?
Jika tidak, saatnya Anda merenovasi. Bentuk ulang rumah Anda menjadi sehat dengan aliran udara dan cahaya yang seimbang. Dengan hunian sehat diharapkan kualitas hidup meningkat.
Lalu bagaimana membentuk rumah sehat? Yang efisien adalah dengan memperbanyak bukaan? Bukaan macam jendela, ventilasi, ataupun pintu. Seperti kata Ir. Sukendro S.P, rumah sehat adalah efisien, memiliki aliran udara dan cahaya cukup.
Bukaan yang ideal akan membawa udara segar yang ada di lingkungan sekitar masuk ke dalam. Udara panas di dalam pun tergantikan hingga membentuk sirkulasi. Bukaan membuat ruang “bernafas”. Yang patut diperhatikan adalah proses aliran udara. Bagaimana tekanan udara membuat udara mengalir ke atas. Untuk itu buatlah bukaan silang, baik saling berhadapan atau beda ketinggian.
Untuk bukaan pada bagian bawah dinding, biasa difungsikan untuk mengalirkan udara segar dari luar. Sedangkan ventilasi di atas untuk membuang keluar udara panas. Dengan begitu sirkulasi udara tidak terhambat.
Seberapa besar dan banyak bukaan? Itu semua tergantung peruntukkan ruang. Untuk kamar tidur, atau ruang privat lain, minimal bukaan adalah 1/3 dari luas ruang. Luas bukaan tersebut diluar pintu. Jika peruntukkannya untuk ruang publik maka luasannya lebih besar, minimal 2/3 luas ruang. Semakin banyak bukaan berarti banyak terjadi pertukaran udara, dan kualitas ruangppun lebih terjaga.

Jumat, 18 Maret 2011

Manusia, Budaya,dan Arsitektur

    Pada saat ini kita ketahui bahwa banyak sekali gedung – gedung menjulang tinggi serta berbagai bentuk bangunan  yang dapat kita temui sehari – hari. Tetapi pernahkah anda berpikir  mengapa bangunan di setiap daerah di Indonesia berbeda – beda? Hal ini bisa jadi dipengaruhi budaya , kebutuhan, serta kegiatan itu sendiri.

    Pengertian Budaya

Budaya = budi dan daya
Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia yang dipunyainya sebagai makhluk sosialdigunakan untuk memahami dan menafsirkan lingkungan yang dihadapinya (lingkungan alam danlingkungan sosial).

Kebudayaan berfungsi sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan karena kebudayaan mendasari
dan mendorong terwujudnya suatu kelakuan sebagai pemenuhan kebutuhan yang timbul.
Kebutuhan tersebut di antaranya kebutuhan jasmani, rohani, sosial.

Kebudayaan berwujud sebagai kompleks ide, gagasan, nilai, norma, peraturan dan sebagainya
yang sifatnya abstrak, terletak di dalam alam pikiran manusia.
Kebudayaan dapat dibedakan menurut tahapan alam pikiran yang mendasarinya: mitis, ontologis,
fungsional.

    Pengertian Arsitektur

Arsitektur (dari bahasa Yunani) = arche dan tektoon.
Arche berarti: yang asli, yang utama, yang awal; sedangkan tektoon menunjuk sesuatu yang berdirikokoh, tidak roboh, stabil, dan sebagainya. Jadi kata arsitektur hanya punya sudut pandangan teknis statika bangunan belaka. Architectoon artinya pembangunan utama atau sebenarnya: tukangahli bangunan yang utama.

Di Eropa pada abad pertengahan, arsitek biasa disebut: magister operis (guru atau ahli karya) atau magister lapidum (guru atau ahli batu). Di jaman kerajaan para Firaun Mesir, kaisar-kaisar Roma,dan dalam hampir semua sistem kemaharajaan, arsitek menduduki profesi politik tinggi, sebab gengsi dan kebesaran maharaja selalu diukur dari bangunan-bangunan istana dan gedung-gedung negara.

Di India arsitek disebut Sthapati (chief architect, ahli bangunan, pemimpin bangunan, penasehat
bangunan) atau Achariya, yakni direktur umum, atau Sutradhara (arsitek, seniman, pemahat).
Namun yang penuh hikmah adalah pengertian dan istilah Vasthu. Dalam bahasa Jawa Kuna,
Vasthuvidya atau Wastuwidya berarti: ilmu bangunan (widya = ilmu kebijaksanaan; wastu =
bangunan).

Hubungannya kebudayaan dengan arsitektur:
Konteks kebudayaan dalam bentuknya yang akan tercermin dalam karya arsitektur meliputi:
agama, sosial, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, estetika.
Nilai sebagai salah satu perwujudan kebudayaan akan mencakup hal yang berkenaan dengan
kebenaran (logika), kebaikan (etika), keindahan (estetika).
Faktor fungsi dari kebudayaan dalam wujud arsitektur ditentukan oleh kebutuhan, teknologi,
asosiasi, estetika, telesik (kesejamanan), pemakaian yang tepat.

Manusia dan Budaya dalam Pembentukan Arsitektur

      
Manusia di setiap Negara pasti memiliki adat dan istiadat yang berbeda. Manusia membangun suatu bangunan pada dasarnya digunakan untuk tempat melakukan aktifitas disamping sebagai tempat berlindung. Budaya yang dianut pun turut berperan dalam menentukan bentuk suatu bangunan dan letak bangunan itu sendiri.
        Sebagai contoh bentuk bangunan rumah  di Bali yang menganut Tri Angga. Tri Angga adalah salah satu bagian dari Tri Hita Karana, (Atma, Angga dan Khaya). Tri Angga merupakan sistem pembagian zona atau area dalam perencanaan arsitektur tradisional Bali. Yaitu :
  1. Utama, bagian yang diposisikan pada kedudukan yang paling tinggi, kepala.
  2. Madya, bagian yang terletak di tengah, badan.
  3. Nista, bagian yang terletak di bagian bawah, kotor, rendah, kaki.
Begitu pula pada masa sekarang ini, dimana manusia semakin padat aktifitasnya sehingga menganut budaya modern yaitu segala sesuatu dapat dilakukan dengan cepat dan instan. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap bentuk bangunan. Contohnya pada perumahan di kota – kota besar di Indonesia seperti Jakarta, memiliki model rumah bergaya minimalis yang mencerminkan bahwa penghuninya ingin membuat rumah yang bergaya simpel.
Kesimpulannya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari budaya dalam kehidupannya. Hal tersebut berpengaruh dalam pembentukan bangunan serta tata letaknya. Sehingga terkadang para ahli sejarah dapat mempelajari budaya suatu kaum atau suku dari peninggalan bangunannya.

Sumber :
                       
 http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_Bali