Rabu, 02 Mei 2012

rangkuman KWN bab III


BAB Ill
KETAHANAN NASIONAL


A.    LATAR BELAKANG
Indonesia adalah negara yang bersandar pada kekuatan hukum sehingga kekuasaan    dan penyelenggaraan hidup dan kehidupan kenegaraan diatur oleh hukum yang berlaku.
B.    POKOK-POKOK PIKIRAN

1.     Manusia Berbudaya
manusia bermasyarakat  untuk mendapatkan kebutuhan hidupnya yaitu kesejahteraan,  keselamatan dan keamanan. Ketiga hal tersebut adalah hakekat dari ketahanan nasional yang mencakup dan meliputi kehidupan nasional yaitu aspek alamiah dan aspek sosial/kemasyarakatan sebagaiberikut:
Aspek alamiah adalah:
a.     Posisidan lokasigeografi negara. b.   Keadaan dan kekayaan alam.
c.    Keadaan dan kemampuan penduduk.
Aspek sosiallkemasyarakatan adalah :
a.   ldeologi.
b.   Politik.
c.     Sosial.
d.   Budaya.
e.   Pertahanan dan Keamanan.

2.     Tujuan Nasional,Falsafah Bangsa dan ldeologiNegara

C.   PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Pengertian baku Ketahanan Nasional bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap    aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi   segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas , integritas, kelangsungan   hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapaitujuan nasionalnya.
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan   kekuatan  nasional  melalui   pengaturan  dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara.

D.   ASAS-ASAS KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
1.   Asas Kesejahteraan dan Keamanan

2.     Asas komprehensifintergralatau menyeluruh terpadu

3.     Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar

4.     Asas kekeluargaan

E.   SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA

1.     Mandiri

2.     Dinamis

3.    Wibawa

4.      Konsultasi dan kerjasama

F. PENGARUH  ASPEK             KETAHANAN  NASIONAL  PADA    KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

         1.      Pengaruh Aspek ldeologi

         2.      Pengaruh Aspek Politik

         3.                   Pengaruh Pada AspekEkonomi

         4.       Pengaruh Pada aspek SosialBudaya

         5.      Pengaruh Pada Aspek Pertahanan dan Keamanan

G.  KEBERHASILAN KETAHANAN NASIONALINDONESIA
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional diperlukan kesadaran
setiap warga negara Indonesia, yaitu :
1. Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non  fisik   
  yang   berupa   keuletan   dan ketangguhan.

2. Sadar  dan  peduli  terhadap  pengaruh-pengaruh  yang timbul pada
aspek   ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan

Minggu, 08 April 2012

RANGKUMAN KEWARGANEGARAAN BAB 2


A.             LATAR BELAKANG dan PENGERTIAN

-       Upaya pemerintah dan rakyat menyelengarakan kehidupannya, memerlukan suatu konsepsi yang berupa Wawasan Nasional yang dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah serta jatidiri.
-       Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas)
yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.
-       Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan ada tiga faktor penentu utama yang harus diperhatikan oleh suatu bangsa :
1. Bumi/ruang dimana bangsa itu hidup
2. Jiwa, tekad dan semangat manusia I rakyat
3. Lingkungan
-       Wawasan Nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diridan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi} serta pembangunannya di dalam  bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.

B.             LANDASAN WAWASAN NASIONAL

-        Paham-paham kekuasaan :
a.       Machiavelli (abad XVII)
Dengan judul bukunya "The Prince" dikatakan sebuah negara itu akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil:
1. Dalam  merebut  dan  mempertahankan  kekuasaan  segala cara dihalalkan.
2.Untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (devide
etempera}  adalah sah.
3.Dalam  dunia  politik,  yang  kuat  pasti  dapat  bertahan  dan menang
b.  Napoleon Bonaparte (abad XVIII}
     Perang di masa depan merupakan perang total, yaitu perang yang  
                mengerahkan segala daya upaya dan kekuatan nasional.
c.       JendralClausewitz (abad XVIII)
Dia menulis sebuah buku tentang perang yang berjudul "Vom Kriegen" (tentang perang). Menurut dia   perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Buat dia perang sah­ sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa
d.      Fuerback dan Hegel (abad XVII)
Paham materialisme Fuerback dan teori sintesis Hegel menimbulkan aliran kapitalisme dan komunisme. Menurut mereka   ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya, terutama diukur dengan seberapa banyak emas yang dimiliki oleh negara itu. 
c.       Lenin (abad XIX)
Memodifikasi teori Clausewitz dan teori ini diikuti oleh Mao Zhe Dong yaitu perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan. Perang bahkan pertumpahan darah/ revolusi di negara lain di seluruh dunia adalah sah, yaitu dalam rangka mengomuniskan bangsa di dunia.
d.      Lucian W. Pye dan Sidney
Tahun 1972 dalam bukunya Political Cultural dan Political Development dinyatakan bahwa kemantapan suatu sistem politik hanya dapat dicapai apabila berakar pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan.

-       Teori-teori geopolitik (ilmu bumi politik)
Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dari aspek 
geografi.
Teori – teori :
a.       Federich Ratzel
1.       Pertumbuhan  negara  dapat  dianalogikan  (disamakan/mirip) dengan    
pertumbuhan   organisme   (makhluk   hidup)
2.      Negara  identik  dengan  suatu  ruang  yang  ditempati  oleh kelompok politik dalam arti kekuatan
3.      Suatu   bangsa   dalam   mempertahankan  kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam
4.      Semakin  tinggi  budaya  bangsa  semakin  besar  kebutuhan atau dukungan  sumber daya alam
b.      Rudolf Kjellen
1.       Negara sebagai satuan biologi, suatu organisme hidup.
2.       Negara  merupakan  suatu sistem  politik/pemerintahan
yang meliputi bidang-bidang: geopolitik, ekonomi politik, demopolitik, sosialpolitik dan kratopolitik.
3.       Negara  tidak    harus    bergantung  pada   sumber
pembekalan luar, tetapi harus mampu swasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasional.
c.       Karl Haushofer
1.      Kekuasan imperium daratan yang kompak akan dapat mengejar
kekuasan imperium maritim untuk menguasai pengawasan di laut
2.       Negara besar didunia akan timbul dan akan menguasai
                Eropa, Afrika, dan Asia barat (Jerman dan ltalia) serta
Jepang di Asia timur raya.
3.       Geopolitik  adalah   doktrin   negara  yang   menitik beratkan  pada  soal  strategi  perbatasan. Geopolitik adalah adalah landasan bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidup untuk mendapatkan ruang hidup (wilayah)
d.      Sir Halford Mackinder (konsep wawasan benua)
Teori ahli Geopolitik ini menganut  "konsep kekuatan". Ia mencetuskan wawasan benua yaitu konsep kekuatan di darat
e.      Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan (konsep  wawasan bahari)
 Barang   siapa    menguasai  lautan    akan   menguasai
"perdagangan".                    Menguasai   perdagangan   berarti   menguasai
"kekayaan dunia" sehinga pada akhirnya menguasai dunia.
f.        W.Mitchel,  A.Seversky,  Giulio   Douhet,  J.F.C.Fuller   (konsep wawasan dirgantara)
Kekuatan di udarajustru yang paling menentukan
g.       Nicholas J. Spykman
Teori daerah batas (rimland) yaitu teori wawasan kombinasi, yang menggabungkan kekuatan darat, laut, udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keperluan dan kondisi suatu negara.
C.         WAWASAN  NASIONAL INDONESIA
-       Paham kekuasaan Indonesia
Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan : "Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan". Indonesia tidak mengembangkan ajaran kekuasaan dan adu kekuatan karena hal tersebut mengandung persengketaan dan ekspansionisme.
-       Geopolitik Indonesia
Indonesia menganut paham negara kepulauan berdasar ARCHIPELAGO CONCEPT yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai Tanah Air dan ini disebut negara kepulauan.
-       Dasar pemikiran wawasan nasional lndonesia
Bangsa Indonesia dalam menentukan wawasan nasional mengembangkan dari kondisi nyata :
1.       Pemikiran berdasarkan falsafah Pancasila
2.        Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan
Sesuai dengan Hukum Laut lnternasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1982. Wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan tiga macam, yaitu
a.       Zona Laut Teritorial
Batas laut Teritorial ialah garis khayal yang berjarak 12 millaut dari garis dasar ke arah laut lepas
b.      Zona Landas Kontinen
Landas Kontinen ialah dasar laut yang secara geologis maupun morfologi merupakan lanjutan dari sebuah kontinen (benua). Kedalaman lautnya kurang dari 150 meter.
c.       Zona EkonomiEksklusif (ZEE)
Zona Ekonomi Eksklusif adalah jalur Iaut selebar 200 millaut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar
3.      Pemikiran berdasarkanAspek Sosial Budaya
Budaya/kebudayaan secara etimologis adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh kekuatan budi manusia. Kebudayaan diungkapkan sebagai cita, rasa dan karsa (budi, perasaan, dan kehendak).
4.       Pemikiran berdasarkan aspek kesejarahan

     D. Pengertian Wawasan Nusantara
1. Prof.Dr. Wan Usman
Wawasan Nusantara adalah  cara  pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah  airnya sebagai negara kepulauan dengan
semua aspek kehidupan yang beragam.
2. Kelompok kerja LEMHANAS 1999
Wawasan Nusantara adalah  cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang  serba  beragam dan  bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan  bernegara untuk mencapai tujuan nasional

E.     Unsur Dasar Wawasan Nusantara
1.  Wadah (Contour)
Wadah  kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan  bernegara meliputi  seluruh  wilayah  Indonesia  yang  memiliki  sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya.